It's me


  Syalom…..
My name is Diana Tambunan, SE, MM,  lahir di Sibolga, 7 Mei 1969.  Saat ini berkarier sebagai dosen di Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Sarana Informatika Jakarta. Pada tahun 1988 menamatkan Sekolah Menengah Atas dari SMAN 29 Jakarta, kemudian  pada tahun yang sama di terima di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Lampung.  Pada Maret  1993  mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi serta pada Mei  2000 melanjutkan studi pada program Magister Manajemen  konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro dan lulus pada Juli 2002 .
Pada November 1993 mengawali  kariernya sebagai karyawati di Badan Akuntansi Keuangan Negara -Kantor Akuntansi Regional Semarang-Kemenkeu RI,kemudian pada  Agustus 1997 dipromosikan  menjadi Kasubsi Rekonsiliasi pada Kantor Akuntansi Reginal Semarang. Pada Maret 1999 dipromosikan sebagai Kepala Seksi Akuntansi Pusat dan Rekonsiliasi  Semarang, kemudian pada November 2001 dimutasikan sebagai Kepala Sub Bidang Perhitungan Anggaran Departemen/Lembaga 3 Jakarta, kemudian  pada tahun 2002 dimutasikan  ke KPPN Cilacap, dan pada tahun 2003 dimutasikan  ke KPPN Purwokerto.
Pada Juni 2003 hingga Desember 2004 terpilih dan diangkat  sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas pada Divisi Pendaftaran dan Verifikasi Partai Peserta Pemilu dan Calon Legislatif. Selepas mengabdi pada KPUD Banyumas  telah berpindah-pindah ke  banyak perusahaan sebagai Finance dan Accounting yang mana pada akhirnya pada bulan April 2009 memutuskan untuk  mengabdikan hidup untuk mencerdaskan anak bangsa sebagai Dosen di ASM  BSI Jakarta  berpangkat  Asisten Ahli serta mengampu mata kuliah Dasar Akuntansi & Praktek, Pengantar Manajemen, Manajemen Perkantoran , Service Excellence dan Admininstrasi Bisnis . Disamping melakukan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, aktif  sebagai Stock Trader  Bursa Efek Indonesia.
Best Regards,
Diana Tambunan, SE,MM



Penantian yang penuh harap                         
Pada hari ini 27 November 2015, tepat dua minggu lamanya hatiku cemas menantikan pengumuman Serdos gelombang kedua , aku sungguh tak sabar menantikannya. Tak ada yang bisa kulakukan selain berdoa dan memohon kepada Tuhan agar diberikan asesor yang baik hati, yang bijaksana dalam memberikan penilaian portofolioku. Aku tahu apapun hasilnya nanti adalah yang terbaik Tuhan berikan kepadaku, sekalipun aku gagal, aku harus siap menerimanya. Aku percaya bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Aku sudah berusaha melakukan yang terbaik, aku sudah membuat deskripsi diri sebaik mungkin dan aku tidak pernah melihat/membaca deskripsi diri orang lain apalagi menirunya, dan aku percaya lembaga/instansiku, teman-teman sejawat serta para mahasiswaku  sudah melakukan tugas mereka dengan baik. Aku hanya berharap padamu Tuhan, amin...

 Persiapanku Dalam Menghadapi Serdos
Hatiku campur aduk rasanya ketika pada tanggal 6 Oktober 2015 membaca web Kopertis 3 melihat  namaku termasuk salah satu peserta calon DYS tahun 2015 gelombang 2. Bukan karena aku khawatir tidak lulus melainkan karena membaca di web serdos Dikti  pengalaman rekan -rekan dosen yang gagal serdos yang sungguh  sangat menyedihkan itu membuat perutku langsung mulas dan kepalaku langsung berat seketika. Dalam hatiku begitu susahkah mengikuti serdos tersebut  sehingga rekan-rekan dosen seluruh Indonesia banyak sekali yang mengulang berkali-kali  bahkan  ada yang tiga kali baru lulus serdos . Ketika kubertanya kepada rekan-rekan dosen mengapa mereka tidak lulus , ada yang menjawab karena DD dikatakan mirip dan ada juga yang menjawab karena nilai gabungan yang tidak di atas 4. Mengapa Pemerintah dalam  hal ini Dikti sangat ketat membuat aturan Serdos padahal semua tahu bahwa gaji Dosen sangat tidak sebanding dengan tugas dan tanggung jawab dosen. Mengapa pemerintah sangat ketat (baca pelit) dalam memberikan tunjangan Serdos. Membandingkan dengan teman- teman guru yang Sergu langsung lulus jarang sekali yang gagal , pemerintah benar-benar pilih kasih antara guru dan dosen.
Sekalipun banyak rekan-rekan dosen yang gagal serdos, dengan semangat akupun menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk serdos diantaranya menyiapkan dokumen -dokumen yang diperlukan misalnya photocopy ijazah S1 dan S2 dan transkrip yang sudah dilegalisir, SK kepangkatan serta SK impassing. Selain dokumen tersebut aku juga sibuk membongkar arsip- arsipku sehubungan SK mengajar, sertifikat pelatihan, sertifikat seminar, sertifikat pengabdian masyarakat, piagam penghargaan serta jurnal-jurnalku. Aku sungguh sangat sibuk mempersiapkannya. Sekalipun masa kerjaku menjadi dosen baru 5 tahun (maklum selama 10 tahun lebih aku berkarier sebagai accounting staff diberbagai perusahaan) aku sangat antusias dalam membuat Portofolio  Deskripsi Diriku, aku sangat menikmati sekali membuatnya. Terkadang satu point sudah selesai , kuhapus lagi kuganti dengan kata-kata yang enak dibaca, nah disini peranan suami dan kedua putriku sangat berarti, terkadang mereka berkomentar" Mah bahasanya kog kayak gitu, sebaiknya kayak gini dong", hehehe sangat menyenangkan sekali sehingga tak terasa mengerjakan satu point saja yang hanya  minimal 150 kata hingga dini hari. Aku tidak mau membaca contoh-contoh DD yang ada di web karena  aku takut terpengaruh sehingga menjadikan DDku mirip.Aku membuat DDku dengan penuh cinta, seperti cintaku kepada profesi Dosen yang kupilih sebagai bentuk pengabdianku kepada bangsa dan negara. Aku sudah mengikuti test di PLTI sekalipun nilainya belum memuaskan hatiku yang mana TKDA mendapat nilai 3 serta TOEP mendapatkan  nilai 4, tapi aku sadar diri bahwa usiaku yang nyaris setengah abad membuat kecepatan berpikirkupun menurun dibanding ketika aku mengikuti test ini saat berumur 33 tahun ketika test masuk S2 Undip  yang memperoleh skor tinggi. Walaupun begitu aku tidak putus asa karena aku masih memiliki pengharapan lewat portofolio Deskripsi Diriku , selain itu juga aku selalu berdoa semoga kelak mendapatkan Asesor yang baik hati serta tidak pelit memberikan nilai. Aku berharap agar ujian serdosku langsung lulus dan tidak perlu mengulang. Semoga Tuhan memberkati semua usahaku ini. Amin......


Pengalaman Membuat SIM di Jakarta


Pada tanggal 28 Juli 2015 aku sengaja berangkat pagi-pagi sekali ke kantor SAMSAT SIM Daan Mogot untuk membuat SIM C maklumlah SIMku sudah 2 tahun kadaluarsa alias udah mati.Jam 8.00 aku sudah tiba diantrian depan untuk cek kesehatan mata, nah disini aku harus membayar   Rp 25.000,- untuk cek kesehatan mata , tidak lama menunggu gilirankupun tiba agar  membaca beberapa huruf suasananya persis ketika kita berada di toko kacamata atau dokter mata. Nah setelah itu akupun mengantri lagi di loket asuransi disini akupun membayar yaitu sebesar Rp 30.000,- gak lama disini akupun menuju Bank BRI untuk membayar biaya pembuatan  SIM A sebesar Rp 100.000,- nah setelah itu akupun mendaftar diloket SIM C dan kemudian akupun menuju ke ruangan ujian teori yang berada di lantai 2 yang komputerisasi maklum mataku sudah plus gak nyaman dipakai buat yang manual yang masih menggunakan pensil 2B. Akupun langsung duduk di depan komputer, kemudian mengklik soal SIM C dan timer waktupun mulai berjalan mundur yang dimulai dari hitungan 15 menit. Dengan sangat percaya diri akupun fokus mengerjakan soal demi soal yang mana berisikan  30 soal dalam waktu 15 menit. Aku mengerjakannya dengan cukup rasa percaya diri maklum aku sudah berkendaraan  selama puluhan tahun tapi siapa sangka  begitu selesai mengerjakan soal yang ke 30 hasil ujian langsung dapat segera diketahui tanpa harus menunggu dan aku hanya benar 9 soal saja yang mana syarat dinyatakan lulus teori itu bila benar 21 soal sehingga akupun sangat terkejut. Kenapa aku bisa gagal teori SIM C teriakku dalam hati??? Kemudian akupun turun ke loket 5 untuk mengambil hasil dan dinyatakan boleh kembali lagi mengulang ujian teori 2 minggu kemudian yaitu pada 11 Agustus 2015.
Aku masih penasaran, masak iya aku gagal teori SIM C, kemudian masih di Samsat akupun sibuk mencari info apakah ada biro jasa yang mau membantuku maklum pengalamanku mengurus SIM di 2 kota besar di Jawa Tengah sangat mudah yaitu hanya datang pada saat photo dan sidik jari saja tanpa pernah melakukan ujian teori dan praktek. Akupun sibuk menelpon kakak sepupu yang bersuamikan mantan wakapolda, alih-alih membantu atau memberi jalan keluar, kakak sepupuku malah menyarankan pakai biro jasa saja dan dia akan membiayainya. Akupun mulai mendekati beberapa pria yang penampilannya seperti biro jasa/calo , tetapi mereka mengatakan sekarang sudah tidak bisa lagi karena banyak KPK melakukan penyamaran ihhh…serem ya!! Akupun pulang dengan kecewa , malamnya akupun mulai searching di internet segala web, blog yang berhubungan dengan kata soal ujian SIM aku buka, aku baca termasuk juga UU lalu lintas , perda busway , semuanya aku lahap. Web ntmc , web lantas polri  aku baca berulang-ulang kali, serta rambu-rambu lalulintas mulai dari rambu peringatan, rambu larangan,rambu petunjuk aku hapalkan dengan baik. Pokoknnya aku mempersiakan diri dengan sungguh-sungguh , setelah 3 hari aku belajar soal-soal SIM pada tanggal 31Juli 2015 aku dan putriku berangkat lagi ke Samsat untuk membuat SIM A maklum   masih dengan  masalah yang sama yaitu SIM A ku sudah kadaluarsa alias mati 2 tahun, sedangkan anakku ingin membuat SIM A  karena sudah selesai kursus stir dan sudah berusia 17 thn  . Prosesnya  sama persis ketika membuat SIM C hanya berbeda di besar biayanya  saja. Setelah membayar test kesehatan mata Rp 25.000,- asuransi  Rp 30.000,-  serta biaya pembuatan SIM A sebesar Rp 120.000,- aku dan anakkupun menuju loket SIM A dan disuruh ke ruangan ujian teori online yang berbeda dengan ruangan komputerisasi ketika aku ujian teori SIM C, aku  juga heran kenapa ruangan ujian teori Sim A berbeda dengan ujian teori Sim  C ketika aku menanyakan kepada petugas dijawab bahwa soal-soal online adalah sama untuk seluruh Indonesia sedangkan komputerisasi tidak sama untuk seluruh Indonesia. Makanya ketika diloket kita harus memberitahu petugas loket bahwa kita tertariknya ujian secara komputerisasikah, atau secara onlinekah atau secara  manualkah  ujian teorinya. Jelas aku lebih tertarik secara online karena soalnya sama seluruh Indonesia tentu lebih mudah ya kan?? Sayangnya aku dan anakku duduknya sangat berjauhan sepertinya pak polisinya tahu kalo kami ibu dan anak sehingga duduknya dijauhkan (hahaha takut kita nyontek ya pak polisi). Kali ini aku sangat percaya diri maklum persiapanku lebih siap dibanding ketika membuat SIM C kemarin dan benar saja dugaanku ketika aku mengakhiri nomor 30, Jumlah yang benarpun langsung keluar yaitu 23 benar. Oh….Puji Tuhan kata itu langsung keluar dengan keras dari mulutku, aku bener-bener gak nyangka kalo aku bisa benar 23 soal , padahal aku mendengar yang ujian serentak denganku mayoritas tidak lulus semua. Hebatnya lagi anakku juga langsung lulus dengan benar 21 soal. Kami berdua pun melangkah dengan hati riang menuju loket ujian praktek. Karena  jam ibadah shalat Jumat kami berduapun menunggu selama satu jam di kantin. Disana kami mendengar bahwa ternyata banyak sekali bahkan tak terhingga orang  baru lulus ujian teori setelah mencoba 5 sampai 6 kali, wah-wah luar biasa ya membuat SIM di Jakarta,??.. wah masak iya harus membolos sampe 6 kali? , ini aja karena libur semester aja punya waktu ,  tapi mau gimana lagi aku gak tahu siapa yang dapat membantu kami. Saat ujian praktek tiba ternyata aku dan anakku harus melakukan mundur zigzag, dgn syarat patok harus dilewati satu demi satu hingga tiba diujung dan  tidak boleh tersenggol/jatuh wah apa aku bisa ya…? Mengingat aku belum pernah menggunakan mobil avanza, maklum dari dulu mobil kecil terus. Dan benarlah kekhawatirankupun terjadi, ketika aku test mundur zigzag ada patok yang terlewat jadi aku melewati 2 patok sekaligus. Hasilnya akupun tidak lulus ujian praktek , begitu juga dengan anakku karena mesinnya mati mendadak Kami berduapun keluar dengan tubuh lunglai dari lapangan praktek dan akan kembali lagi mengulang 14 hari kemudian. Aku menyemangati anakku kubilang kalo anakku itu hebat karena hanya melakukan satu kali aja ujian teori langsung lulus  yang mana  banyak orang-orang harus mengulang sampai 5-6 kali baru lulus ujian teori. Anakku setelah kuhibur, hatinya riang kembali.
Tak terasa hampir 2 minggu aku mempersiapkan diri dengan baik dengan berlatih soal-soal SIM yang ada di internet, semuanya aku hapal dengan baik.  Targetku  harus lulus karena aku tidak mau mengulang banyak-banyak. Dan tepat pada tanggal 11 Agustus aku pun nongol kembali di samsat dan langsung ke ruang ujian teori manual. Sebenarnya aku lebih suka soal –soal komputerisasi karena kemungkinan kelirunya sangat kecil. Selain itu suasana ujian komputerisasi jauh lebih tenang dibanding dengan ujian manual. Ada 6 tipe soal ujian teori manual dan kita bejo-bejoan/untung-untungan dan akhirnya akupun mendapat soal tipe kesatu Singkat kata aku berhasil mendapatkan score 24  nggak nyangka banget aku. Gak sia-sia aku setiap malam berjam-jam browsing internet. Akupun segera menuju ujian praktek  SIM C. Soal ujian praktek SIM C yaitu kita harus membuat angka 8 tanpa harus menurunkan kaki . Kaki kiri hanya diperkenankan turun sebanyak 3 kali saja. Bila lebih dari 3 kali maka akan tidak lulus ujian prakteknya.Ajaibnya Tuhan, maka akupun lulus ujian Praktek dengan hanya menurunkan kaki satu kali saja. Hehehe maklum terbiasa ngebut ketika kuliah di Semarang. Selanjutnya tak sampai 5 menit akupun perphoto dan sidik jari, kemudian  akupun membawa pulang SIM C dengan hati riang. Tugas yang masih mengganjal di hati adalah aku akan mengikuti ujian praktek SIM A  beserta anakku.  Tapi point penting yang dapat kuambil disini adalah bahwa bila SIM udah hampir habis/mati maka  segeralah mengurus perpanjangan, jangan menunda-nunda nanti malah kelupaan. Dan kalo KTP kita sudah berpindah kota/kabupaten  maka mendingan kita mengurus mutasi SIM daripada membuat SIM baru karena sangat susah sekali lulus ujian teori dan praktek, banyak yang lulus teori ataupun praktek setelah mengulang ujian  masing-masing 6 kali jadi harus bolak-balik Samsat sekitar 12 kali. Inilah pengalamanku yang mana untuk mendapatkan SIM C aku harus ujian teori sebanyak 2 kali serta ujian praktek sebanyak satu kali dengan total biaya hanya Rp 155.000,-. Begitu juga dengan SIM A hanya sekali saja ujian teori  serta ujian praktek sim A akan mengulang kembali pada tanggal 14 Agustus mendatang dan akupun berharap  aku dan anakkupun dapat lulus pada ujian praktek ulang nanti, Tak lupa salut buat bapak-bapak polisi yang ada di SAMSAT dengan ucapan selamat bekerja dengan jujur , semoga dapat dipertahankan. Masyarakat sangat bangga memiliki polisi-polisi yang jujur.  Pertahankanlah ya pak polisi !!! terimakasih…!



@ Ulun Danu Beratan-Bedugul
@ Tanah Lot
@Ketapang-Gilimanuk
@ Garuda Wisnu Kencana-Jimbaran
@ padang-padang beach





@ Garuda Wisnu Kencana-Jimbaran
@ Garuda Wisnu Kencana-Jimbaran

Berwisata Jakarta-Yogya-Bali  murah meriah namun mengesankan...!



Liburan telah tiba  sungguh senang rasanya, hari yang dinantipun tiba pada tanggal 12 Juli 2015 pada pukul 4 sore aku dan kedua anakku berangkat dengan menggunakan bis Safari Dharma Raya melalui agen bis yang terletak di Kebayoran Lama , dengan  fasilitas AC, toilet, selimut dan bantal sungguh sangat nyaman sekali  menggunakan armada ini, memang sih harga tiket bis sangat mahal dikarenakan sudah terkena tuslah yang biasanya Rp 225.000,- karena lebaran menjadi Rp 450.000, tetapi tidak ada pilihan lain mengingat semua tiket kereta api dan pesawat sudah tidak ada lagi.  Bis dengan kursi terisi  penuh melaju dengan kencang karena jalan raya pantura belum begitu ramai dipenuhi para pemudik. Dengan  diiringi musik campursari  tampak semua penumpang betul-betul menikmati perjalanan, akupun sibuk melihat-lihat  tabletku. Begitu juga dengan kedua anakku yang duduk persis dibelakang kursikupun tampak terlihat sedang asyik mendengarkan musik melalui Xiaominya. Teman disebelahku seorang ibu tampak tertidur pulas. Sekitar jam 8 malam aku lupa dimana tepatnya mungkin masih di sekitar pantura bis berhenti  di rumah makan , seluruh penumpang turun menikmati makan gratis yang disediakan  oleh bis , lumayan sederhana dengan menu nasi dengan sepotong  ayam goreng, sayur oseng kacang panjang, sambel serta kerupuk cukup mengenyangkan juga. Kemudian bis melanjutkan perjalanan dan kira-kira jam tiga dini hari dekat perbatasan Kendal bis berhenti di sebuah rumah makan  untuk makan sahur, berhubung aku dan kedua anakku tidak berpuasa maka kamipun tidak turun dari bis dan melanjutkan tidur kami. Tepat pukul 6.00 pagi kami pun tiba di terminal Jombor Yogyakarta, kemudian dengan menggunakan taksi kamipun tiba di rumah. Dari tanggal 13 Juli hingga 15 Juli 2015 disaat suamiku masih sibuk bekerja di kantor, aku benar-benar menggunakan waktu libur untuk beristirahat melepas kesibukan rutinitas di Jakarta, mulai dari bangun siang, membaca novel, nonton video film-film yang aku sukai,  serta menikmati kota Yogyakarta di waktu sore. Kebiasaan yang paling aku sukai di kota Yogya adalah berjalan- jalan disepanjang malioboro sambil melihat  barang- barang yang dijajakan serta melihat aktivitas orang-orang yang ada disepanjang malioboro baik penjual ataupun pembeli adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Setelah capek berjalan-jalan, akupun menikmati nasi gudek ayam telur beserta teh hangat sambil duduk  lesehan biasanya aku sendirian saja karena suamiku masih bekerja di kantor sedangkan kedua anakku lebih suka nongkrong di mc.donald malioboro mall makanan cepat saji plus ice cream ketimbang duduk-duduk lesehan makan nasi gudek. Bagiku tak masalah, karena aku sangat menikmati makanan favoritku ini yaitu nasi gudeg yogya yang terkenal lezatnya.
Pada tanggal 16 Juli 2015 jam 6.00 pagi dengan mobil toyota avanza  aku, suami, serta kedua anakku berangkat  dari rumah Yogya menuju Bali.
Route yang kami lewati adalah Yogya-Klaten-Solo-Palur-Ngawi-Caruban-Madiun-Nganjuk-Kertosono-Jombang-Mojokerto-Krian-Sidoarjo-Surabaya-Porong-Gempol-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo -Banyuwangi-Ketapang-Gilimanuk-Bali.

@ Ulun Danu Beratan
Berbekal panduan waze dari xiaomi anakku kamipun berharap tidak tersesat, tapi sayang  semua hp yang kami miliki  low batt (maklum fasilitas mobil tidak ada utk ngecas hp)  sehingga menyebabkan kami salah jalur yang seharusnya jalur Gempol Malang malah masuk jalur Surabaya tanjung perak  sehingga membawa kami tersesat berputar-putar di kota Surabaya selama 3 jam lebih sungguh sangat melelahkan tersesat di kota besar suatu  kota yang tidak kukenal dengan baik sehingga akhirnya pada pukul 8 malam kami memutuskan menginap di Probolinggo karena sudah sangat  letih sekali.  Hotel tempat kami menginap sangat dekat dengan alun-alun kota Probolinggo ini sangat nyaman sekali  dengan harga Rp 400.000,- permalam dengan 2 single bed berukuran besar kami berempat cukup dengan satu kamar saja ditambah penyejuk ruangan serta air panas serta TV channel menambah kenyamanan di hotel ini. Esok harinya tanggal 17 Juli 2015 adalah hari Raya Idulfitri setelah breakfast  dengan menu soto Probolinggo ditambah pergedel kerupuk serta teh hangat, kamipun melanjutkan perjalanan ke Bali. Di sepanjang perjalanan yang kami lalui terlihat orang-orang saling bersilaturahmi satu dengan yang lainnya. Tepat pukul 12 siang kamipun tiba di pelabuhan Ketapang, tidak ada antrian disini sungguh sangat cepat sekali , setelah membayar tiket mobil sebesar Rp 148.000,- mobilpun langsung naik ke kapal feri,  mungkin karena bersamaan dengan jam solat Jumat maka kapal feri tidak begitu ramai hanya beberapa mobil saja dan 2 bis besar  yang ikut menyebrang. Sekitar sejam kami berada di feri, kami berfoto-foto di atas feri, kemudian kamipun tiba di pelabuhan  Gilimanuk , sangat senang rasanya menikmati keindahan pulau Dewata apalagi ada 3 perayaan hari besar keagamaan secara berdekatan yaitu Galungan, Kuningan dan Idul fitri menambah semarak pulau Bali. Setiap rumah tampak dengan pura yang dihiasi janur begitu indahnya.
Jam 4 sore kami pun tiba di Kuta, langsung chek in di sebuah hotel yang sangat dekat dengan pantai Kuta tidak sampai 5 menit berjalan kaki. Jauh-jauh hari aku sengaja memesan hotel dekat dengan pantai Kuta secara online mengingat pada tahun 2010 aku pernah ke Bali tetapi tidak puas menikmati pantai Kuta. Tarif hotel sungguh terjangkau Rp 400.000,- permalam standard room dengan breakfast aku  pesan 2 kamar untuk 3 malam. Setelah beristirahat kamipun menikmati berjalan-jalan disepanjang Legian hingga larut malam. Legian sangat ramai sekali, aku asyik melihat turis mancanegara di sepanjang jalan. Para turis ada yang menikmati makan malam sambil menikmati musik life di cafe-cafe sepanjang Legian , ada juga yang asyik berbelanja pakaian-pakaian khas Bali. Suami dan anak-anakku sibuk berbelanja, suami asyik memilih topi khas bali sedangkan anak-anak sibuk memilih baju-baju pantai yang akan dikenakan ke pantai esok. Capek berbelanja, setelah makan malam di salah satu restaurant yang ada di Legian, kamipun pulang ke hotel untuk beristirahat.
Pada tanggal 18 Juli 2015 route kami hari ini adalah Garuda Wisnu Kencana/GWK di Jimbaran, pantai Padang-Padang dan Tanah Lot. Pada pukul  7 pagi aku bangun sambil menikmati indahnya pantai Kuta dengan deburan ombak serta pasir putihnya, aku pun menikmati  kopi dan roti bakar terasa nikmat sekali. Sambil mengobrol dengan turis bule yang menginap di hotel yang sama sungguh menyenangkan, hilang sudah semua kepenatan yang dirasakan. Pada jam 9.00 pagi setelah breakfast kamipun menuju GWK suatu tempat di Jimbaran yang dekat dengan Universitas Udayana dimana kita bisa menyaksikan tarian-tarian seperti tari Barong , tari Kecak serta kita bisa menikmati indahnya patung Wisnu dalam ukuran besar, dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 60.000,- perorang kita dapat menikmati semua kesenian yang ditawarkan di GWK , setelah puas di GWK kamipun menuju pantai Padang-Padang. Karena ini adalah hari kedua lebaran sudah bisa dibayangkan suasana pantai sangat ramai sekali. Pantai sangat indah, ombaknya tinggi sekali membuat banyak para turis mancanegara berselancar. Suami dan anak-anakku  sibuk berphoto-photo di pantai sedangkan aku asyik menikmati pemandangan laut yang sungguh indahnya , sambil sesekali berbicara menyapa turis-turis bule untuk melatih bahasa inggrisku ataupun bahasa jermanku yang masih tingkat pemula( hahaha yang penting percaya diri aja ya kan..). Puas di pantai padang-padang kami pun melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot.  Sungguh luar biasa pemandangan di pantai Tanah Lot. Sambil menunggu sunset kamipun berphoto sambil bermain ombak sangat menyenangkan sekali. Suami sibuk mengabadikan keindahan alam tanah lot, begitu juga anak-anak sibuk dengan tongsisnya. Nah akupun asyik dengan berjalan-jalan di bibir pantai  dengan kaki bermain-main ombak sambil melihat aktivitas orang-orang sekitar. Sunset yang ditunggupun turun dengan sangat indahnya. Sungguh dasyat ciptaan Tuhan tanah lot sangat indah sekali ketika sunset, kamipun menikmati makan ikan bakar ditemani sunset, sungguh makan malam romantis buat keluarga kecil kami.
Pada tanggal 19 Juli 2015 route kami hari ini adalah wisata belanja ke pasar seni serta ke danau ulundanu beratan Tabanan. Saya sengaja tidak mengunjungi pantai sanur , pura besakih serta danau batur/kintamani karena pada tahun 2010 kami sudah ketempat-tempat tersebut jadi saat ini kami ketempat yang belum pernah kami kunjungi. Perjalanan ke danau beratan lumayan jauh tetapi terbayar oleh pemandangan pura yang dikelilingi danau dengan sangat indahnya. Kebetulan ada upacara keagamaan sehingga kamipun melihat upacara keagamaan dengan penuh antusias dan tidak lupa kamipun mendokumentasikannya. Sambil menikmati sepoi-sepoi angin danau kamipun sangat lahap menyantap ayam bakar dengan sambal terasi sangat lezat sekali...yummy…!!!
Pada tanggal 20 Juli 2015 kamipun cek out setelah sarapan pagi, sebelum meninggalkan kota Denpasar kami singgah sebentar untuk membeli oleh-oleh kacang Bali, pie susu,daster Bali , sarung Bali serta selimut Bali. Puas berbelanja kamipun melanjutkan perjalanan kami pulang ke rumah kami Yogyakarta. Singkat cerita kami pun tiba di Gilimanuk tepat jam satu siang dan menyebrang dengan kapal feri dan route yang kami lalui persis seperti route kami berangkat hanya saja kali ini kami tidak kesasar hingga ke kota Surabaya lagi melainkan langsung ke Sidoarjo dan pada pukul 8 malam kami menginap di Pasuruan di sebuah hotel yang masih baru banget dipinggir jalan raya Pasuruan dengan harga Rp 400.000,- permalam tempat tidur single bed 2 buah dengan ukuran bed sangat besar dan cukup utuk 2 orang maka kamipun hanya memesan satu kamar saja. Fasilitas hotel   air panas, penyejuk ruangan serta TV channel serta breakfast menambah kenyamanan kami menginap di hotel ini.
Pada 21 Juli 2015 pukul 06.00 pagi kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke Yogya setelah sarapan pagi nasi goreng, kamipun melanjutkan perjalanan dan tidak lupa untuk mampir di Kertosono untuk membeli oleh-oleh getuk pisang serta tahu kuning. Begitu juga di Madiun mampir membeli brem Madiun. Perjalanan dari Madiun-Caruban-Ngawi  sangat macet sekali , sungguh dipadati oleh pemudik baik yang menggunakan mobil atau motor, sambil menikmati  getuk pisang dan brem perjalanan menjadi tidak membosankan. Akhirnya setelah melewati kepadatan yang luar biasa dari Madiun hingga Klaten. Kamipun tiba di rumah Yogya pada jam 7 malam dengan selamat sentosa tanpa kekurangan sesuatupun, aku percaya kalau semua itu hanya karena pimpinan dan pertolongan Tuhan saja yang sudah menyertai liburan kami, liburan yang murah meriah tapi sangat berkesan bagi keluarga kecil kami.  Jadi menurutku liburan keluarga itu tidak mesti harus mahal yang penting kebersamaannya , seingatku suami hanya mengisi full tank avanza sebanyak 2 kali , sedangkan hotel sudah aku booking jauh- jauh hari melalui media online agar mendapat harga murah, tiket feri Rp 148.000,- sebanyak 2 kali dan sebaiknya menanyakan harga makanan dulu sebelum menikmatinya. Total pengeluaran kurang dari Rp 10.000.000,- kami sekeluarga sudah dapat berwisata selama 6 hari Yogyakarta-Bali-Yogyakarta berikut belanja oleh-olehnya. Demikian pengalaman kami sekeluarga berwisata ke Bali melalui jalan darat murah meriah namun mengesankan. Good bye my beautiful Bali, terimakasih....!


 







No comments:

Post a Comment