Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.
Pengorganisasian (Organizing) adalah pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antar pekerjaan yang efektif diantara mereka, dan pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang wajar sehingga mereka bekerja secara efisien.
Pengorganisasian (Organizing) suatu pekerjaan membagi tugas, mendelegasikan otoritas, dan menetapkan aktivitas yang hendak dilakukan oleh manajer pada seluruh hierarki organisasi.
Tahapan dalam pengorganisasian :
1. Mengetahui dengan jelas tujuan yang hendak dicapai
2. Deskripsi pekerjaan yang harus dioperasikan dalam aktivitas tertentu
3. Klasifikasi aktivitas dalam kesatuan yang praktis
4. Memberikan rumusan yang realitas mengenai kewajiban yang hendak sarana dan prasana fisik serta lingkungan yang diperlukan untuk setiap aktivitas atau kesatuan aktivitas yang hendak dioperasikan
5. Penunjukan sumber daya manusia yang menguasai bidang keahliannya.
6. Mendelegasikan otoritas apabila dianggap perlu kepada bawahan yang ditunjuk.
Friday, November 14, 2014
Thursday, November 13, 2014
PERENCANAAN
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan , serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas integratif yang berusaha memaksimumkan efektitivitas seluruhnya dari suatu organisasi sebagai suatu system, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .
Perencanaan minimum memiliki tiga karakteristk :
1. Perencanaan harus menyangkut masa yang akan datang.
2.Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau organisasi, yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang dan akan diambil oleh perencana.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai :
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan , serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas integratif yang berusaha memaksimumkan efektitivitas seluruhnya dari suatu organisasi sebagai suatu system, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .
Perencanaan minimum memiliki tiga karakteristk :
1. Perencanaan harus menyangkut masa yang akan datang.
2.Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau organisasi, yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang dan akan diambil oleh perencana.
3. Masa yang akan datang, tindakan dan identifikasi pribadi, serta organisasi merupakan unsur yang amat penting setiap perencanaan.
Tahap dasar perencanaan :
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
Tahap 2: Merumuskan keadaan saat ini.
Tahap 3: Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.
Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai :
1. Protective benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan
dalam pembuatan keputusan.
2.Positive benefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Louis A.Allen (1969), perencanaan terdiri atas aktivitas yang dioperasikan oleh seorang manajer untuk berpikir kedepan dan mengambil keputusan saat ini,yang memungkinkan untuk mendahului serta menghadapi tantangan pada waktu yang akan datang. Aktivitas perencanaan terdiri dari :
1. Prakiraan (forecasting)
2. Penetapan tujuan (establishing objective)
3. Pemograman (programming)
4. Penjadwalan (scheduling)
5. Penganggaran ( budgeting)
6. Pengembangan prosedur (developing procedure)
7.Penetapan dan interpretasi kebijakan ( establishing and interpreting policies)
Dokumen Sumber :
1. Dr..H.B.Siswanto,M.Si . Pengantar Manajemen
2. Dr. T. Hani Handoko,M.B.A Manajemen
Menurut Louis A.Allen (1969), perencanaan terdiri atas aktivitas yang dioperasikan oleh seorang manajer untuk berpikir kedepan dan mengambil keputusan saat ini,yang memungkinkan untuk mendahului serta menghadapi tantangan pada waktu yang akan datang. Aktivitas perencanaan terdiri dari :
1. Prakiraan (forecasting)
2. Penetapan tujuan (establishing objective)
3. Pemograman (programming)
4. Penjadwalan (scheduling)
5. Penganggaran ( budgeting)
6. Pengembangan prosedur (developing procedure)
7.Penetapan dan interpretasi kebijakan ( establishing and interpreting policies)
Dokumen Sumber :
1. Dr..H.B.Siswanto,M.Si . Pengantar Manajemen
2. Dr. T. Hani Handoko,M.B.A Manajemen
PERENCANAAN
PERENCANAAN
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan , serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas integratif yang berusaha memaksimumkan efektitivitas seluruhnya dari suatu organisasi sebagai suatu system, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .
Perencanaan minimum memiliki tiga karakteristk :
1. Perencanaan harus menyangkut masa yang akan datang.
2.Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau organisasi, yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang dan akan diambil oleh perencana.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai :
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan , serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas integratif yang berusaha memaksimumkan efektitivitas seluruhnya dari suatu organisasi sebagai suatu system, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai .
Perencanaan minimum memiliki tiga karakteristk :
1. Perencanaan harus menyangkut masa yang akan datang.
2.Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau organisasi, yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang dan akan diambil oleh perencana.
3. Masa yang akan datang, tindakan dan identifikasi pribadi, serta organisasi merupakan unsur yang amat penting setiap perencanaan.
Tahap dasar perencanaan :
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
Tahap 2: Merumuskan keadaan saat ini.
Tahap 3: Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.
Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai :
1. Protective benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan
dalam pembuatan keputusan.
2.Positive benefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Louis A.Allen (1969), perencanaan terdiri atas aktivitas yang dioperasikan oleh seorang manajer untuk berpikir kedepan dan mengambil keputusan saat ini,yang memungkinkan untuk mendahului serta menghadapi tantangan pada waktu yang akan datang. Aktivitas perencanaan terdiri dari :
1. Prakiraan (forecasting)
2. Penetapan tujuan (establishing objective)
3. Pemograman (programming)
4. Penjadwalan (scheduling)
5. Penganggaran ( budgeting)
6. Pengembangan prosedur (developing procedure)
7.Penetapan dan interpretasi kebijakan ( establishing and interpreting policies)
Dokumen Sumber :
1. Dr..H.B.Siswanto,M.Si . Pengantar Manajemen
2. Dr. T. Hani Handoko,M.B.A Manajemen
1. Prakiraan (forecasting)
2. Penetapan tujuan (establishing objective)
3. Pemograman (programming)
4. Penjadwalan (scheduling)
5. Penganggaran ( budgeting)
6. Pengembangan prosedur (developing procedure)
7.Penetapan dan interpretasi kebijakan ( establishing and interpreting policies)
Dokumen Sumber :
1. Dr..H.B.Siswanto,M.Si . Pengantar Manajemen
2. Dr. T. Hani Handoko,M.B.A Manajemen
Subscribe to:
Comments (Atom)