Sunday, March 22, 2015

ENTREPRENEUR "Pengertian Kewirausahaan"

Jakarta, 31 Maret 2015



The Flower of Service
1. Information
Proses suatu pelayanan yang berkualitas dimulai dari suplemen informasi dari produk dan jasa yang diperlukan oleh pelanggan. Seorang pelanggan akan menanyakan pada penjual tentang apa, bagaimana, berapa, kepada siapa, dimana diperoleh, dan berapa lama memperoleh barang dan jasa yang diinginkannya. Penyediaan saluran informasi yang langsung memberikan kemudahan dalam rangka menjawab keingintahuan pelanggan tersebut adalah penting. Absennya saluran informasi ini pada kelopak yang pertama akan membuat minat para pembeli surut.
2. Consultation
Setelah memperoleh informasi yang diinginkan, biasanya pelanggan akan membuat suatu keputusan, yaitu membeli atau tidak membeli. Di dalam proses memutuskan ini, acapkali diperlukan pihak-pihak yang dapat diajak berkonsultasi dengan baik menyangkut masalah teknis, administrasi, harga, hingga pada kualitas barang dan manfaatnya.
3. Ordertaking
Keyakinan yang diperoleh pelanggan melalui konsultasi akan menggiring pada tindakan untuk memesan produk yang diinginkan.
4. Hospitality
Pelanggan yang berurusan secara langsung ke tempat transaksi akan memberikan penilaian terhadap sikap ramah dan sopan dari para karyawan, ruang yang nyaman, tempat untuk makan dan minum, hingga tersedianya WC atau toilet yang bersih.
5. Caretaking
Variasi latar belakang pelanggan yang berbeda-beda akan menuntut pelayanan yang berbeda-beda pula. Misalnya yang bermobil menginginkan tempat parkir mobil yang leluasa, yang tidak mau keluar rumah menginginkan fasilitas delivery. Kesemuanya harus dipedulikan oleh penjual.
6. Exceptions
Beberapa pelanggan kadang-kadang menginginkan pengecualian kualitas layanan, misalnya saja bagaimana dan dengan cara apa perusahaan melayani klaim-klaim yang datang secara tiba-tiba, garansi terhadap tidak berfungsinya produk, restitusi akibat produk tidak bisa dipakai, layanan untuk orang diet, anak-anak, dan kecelakaan.
7. Billing
Titik rawan ketujuh berada pada administrasi pembayaran. Niat baik pembeli untuk menuntaskan transaksi sering digagalkan pada titik ini. Artinya penjual harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pembayaran.
8. Payment
Pada ujung pelayanan harus disediakan fasilitas pembayaran berdasarkan pada keinginan pelanggan, misalnya dengan menggunakan uang tunai, kartu kredit, dan lain sebagainya.
Ada 5 dimensi kualitas yang dikembangkan oleh Parasuraman dan kawan-kawan (1990: 26) yang dapat digunakan sebagai kerangka perencanaan strategis dan analisis :
1. Tangible ( bukti langsung )
Meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.
2. Reliability ( Keandalan )
Yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan.
3. Responsiveness ( daya tanggap )
Yaitu keinginan para karyawan membantu para nasabah dan memberi pelayanan dengan tanggap.
4. Assurance ( jaminan )
Mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan bersifat dapat dipercaya yang dimiliki para karyawan. Bebas dari bahaya, resiko, dan keragu-raguan.
5. Emphaty
Meliputi kemudahan dalam melakukan komunikasi yang baik, perhatian pribadi dan memahami kebutuhan pelanggan



Jakarta 22 Maret 2015


Pengertian  Kewirausahaan menurut Peter Drucker :
- Always searches for change , respond to it, and exploits  it as an opportunity.
- Innovation –the effort to create purposeful, focused change in entreprise’s economic  or social potensial

Kewirausahaan  dimaksudkan sebagai inovasi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat , memfokuskan untuk mengubah potensi sosial dan ekonomi sehingga organisasi tersebut dapat tumbuh dan berkembang melalui potensi yang ada dalam organisasi tersebut.

Pengertian  Kewirausahaan menurut Raymond W.K. Kao :
Entrepreneurship is the process of doing something new  (creative) and something different (innovative)  for the purpose of creating wealth for individual and adding value for society.

Kewirausahaan adalah proses melakukan sesuatu yang baru yang baru (menciptakan) dan melakukan sesuatu yang berbeda (inovasi) bertujuan menciptakan dan memberi suatu keuntungan bagi individu dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat di tempat proses tersebut dilakukan. Ini artinya bahwa kewirausahaan bukan hanya proses untuk untuk menciptakan sesuatu yang baru saja namun lebih dari itu memberikan keuntungan atau kesejahteraan dan nilai tambah bagi orang-orang yang berada dalam organisasi atau institusi.

Pengertian Kewirausahaan menurut Instruksi Presiden RI no 4 tahun 1995 tgl 30 Juni 1995
Kewirausahaan didefinisikan sebagai semangat , sikap, prilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Asas Pokok Kewirausahaan menurut Instruksi Presiden RI no 4 tahun 1995
1. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian
2. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis termasuk keberanian mengambil risiko usaha.
3. Kemampuan berfikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif.
4. Kemampuan bekerja secara teliti, tekun dan produktif.
5. Kemampuan untuk berkarya dalam kebersamaan berlandaskan etika bisnis yang sehat.

Saturday, March 21, 2015

Entrepreneur

Jakarta, 21 Maret 2015



Pembagian  Kelompok  Entrepreneur  prodi Administrasi Perkantoran
Kelas 21.2A.12

Kelompok Entrepreneur : Jelly  Shoes  khusus wanita
1. Intania Arsyadita
2. Natalia Iin Desiana
3. Santi Rizky
4. Vikri Nurul Dini

Kelompok Entrepreneur : Parfum
1. Ranny Irianto
2. Rinda Putri Heryawan
3. Siti Nilam

Kelompok Entrepreneur : Kaos Kaki
1. Rifda Safitri
2. Fitriani Rohsadi
3. Sri Ayu Lestari

Kelas 21.4A.12
Kelompok Entrepreneur : Hijab & Aksesoris
1. Rezanita Ayu Khalisa
2. Raudhotul Jannah
3. Yola Melinda
4. Aulia Silva

Kelompok Entrepreneur : Rok Wanita
1. Mardiana  Dalfaro
2. Siska Widianingsih
3. Yulmaini
4. Devi Marinca

Kelompok Entrepreneur : Tas Kanvas
1.Yayu Diah M
2. Rizki Subadiyo
3. Dini Faradila
4. Putri Pertiwi

Kelompok Entrepreneur : Tas Wanita
1. Dini  Roosalina
2. Febby Azizah
3. Monica Aditya
4. Siti Maryam
5. Ennizah Jafriyadi





Friday, March 20, 2015

MANAJEMEN PERKANTORAN



Tugas makalah  MANAJEMEN PERKANTORAN 

Organisasi Perkantoran 

Kegiatan Perkantoran

Lay out Perkantoran

Lingkungan Perkantoran

Penataan arsip

Penataan perlengkapan kantor

Teknologi Komunikasi Perkantoran

Keselamatan dan kesehatan kerja


LECTURER



Tugas OBSERVASI   SERVICE EXCELLENCE
Satu kelas dibagi minimal 6 Kelompok dan Jumlah anggota kelompok maksimal 5 orang , dengan ketentuan :
a. Kelompok 1: Keuangan (Bank, koperasi, leasing, joint venture)
b. Kelompok 2: Media dan Telekomunikasi (TV, radio, surat kabar, elektronik)
c. Kelompok 3: Kelompok Pemerintahan
d. Kelompok 4: Kelompok Pendidikan Formal dan non formal (sekolah, perguruan tinggi, kursus yang memiliki ijin dan byk siswa contoh LIA)
e.Kelompok5:Kelompok Layanan cepat terhadap pelanggan (retail,cargo,hospitality industry)
f. Kelompok 6: Kelompok Transportasi (udara, darat dan laut contoh travel, maskapai )

Bentuk tugas UAS yang harus dilakukan adalah:
Melakukan riset terhadap sebuah Perusahaan (Jasa atau Manufaktur) dan membuat laporan riset tersebut. Isi dari laporan riset sbb :
Bab I Pendahuluan
1.1 . Latar Belakang Perusahaan /Organisasi (Sejarah, visi dan misi perusahaan organisasi)
1.2. Struktur Organisasi Departemen yang mengurusi pelayanan terhadap pelanggan
beserta job descriptionnya.
1.3. Tujuan riset

Bab II Landasan Teori
2.1. Konsep Dasar Pelayanan Prima
2.2. Proses/prosedur pelayanan
2.3. Strategi pelayanan pelanggan
2.4. Kepuasan pelanggan
2.4.1. Penanganan keluhan
2.4.2. Harapan pelanggan
2.4.3. Mengukur kepuasan (kuesioner, lembar komplain)
2.5. Peran Manajemen dalam implementasi Total Quality Service/TQS

Bab III Pembahasan
3.1 Konsep Dasar Pelayanan Prima PT “ X”
3.2. Proses/prosedur pelayanan PT “ X”
3.3. Strategi pelayanan pelanggan PT “ X”
3.4. Kepuasan pelanggan PT “ X”
3.4.1. Penanganan keluhan
3.4.2. Harapan pelanggan
3.4.3. Mengukur kepuasan (kuesioner/lembar komplain)

Bab IV Penutup
4.1. Kesimpuan
4.2. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran –lampiran berupa photo-photo, kuesioner
Video