Saturday, October 10, 2015

Buku Besar, Neraca Saldo dan Penyesuaian


BUKU BESAR 

Buku Besar adalah alat untuk menggolongkan rekening-rekening sejenis yang ada di buku jurnal dan disusun secara sistematis sehingga dapat diketahui saldo terakhir dari tiap- tiap rekening tersebut (disebut Saldo Normal)

NERACA SALDO

Neraca Saldo adalah suatu laporan yang memuat daftar akun beserta saldo-saldonya,baik itu akun yang bersaldo debet maupun yang bersaldo kredit yang terdapat di buku besar . Dengan Neraca Saldo kita lebih mudah mengetahui susunan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya beserta saldonya masing-masing. Jumlah Saldo debet harus sama dengan jumlah saldo kredit. Jika terjadi perbedaan berarti telah terjadi kesalahan.

Penyebab jumlah debet dan kredit yang tidak sama dalam neraca saldo :
Kesalahan dalam menyajikan neraca saldo
- Salah menjumlahkan angka pada kolom debet dan kredit
- Salah mencatat angka saldo akun ke neraca saldo

Kesalahan saldo akun
- Salah menghitung saldo akun
- Salah menempatkan saldo ke akun

Kesalahan posting
-Salah memasukkan jumlah ke akun
-Salah mendebet atau mengkredit saat posting
-Salah karena mengabaikan posting debet dan kredit

Adjusment (Penyesuaian)


Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian :


1. Biaya dibayar dimuka (Prepaid Expenses)
    adalah Aktiva tetapi diharapkan nantinya menjadi biaya. Unsur ini adalah biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya dibebankan pada periode yang akan datang. Conto h: Premi Asuransi (Asuransi dibayar dimuka)

2. Pendapatan diterima dimuka (Unearned Revenues)
Merupakan pendapatan yang terlebih dahulu, tetapi pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan dikemudian hari.Unsur ini adalah unsur utang tetapi diharapkan dikemudian hari akan menjadi pendapatan. Contoh: Sewa Diterima dimuka

3.  Biaya masih harus dibayar (Accrued Expenses)
     Biaya masih harus dibayar merupakan biaya yang telah menjadi beban perusahaan sampai akhir periode Akuntansi,tetapi belum dikeluarkan uangnya sehingga sehingga menimbulkan utang bagi perusahaan. 

4.Pendapatan masih harus diterima (Accrued Revenues)
Pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan pada periode akuntansi tertentu., tetapi belum dicatat dan belum diterima uangnya, sehingga menimbulkan piutang bagi perusahaan.

5. Biaya Penyusutan (Depreciation Expenses)
     Merupakan alokasi harga perolehan aktiva tetap selama usia ekonomis.

6. Perlengkapan
     Perlengkapan sangat berguna untuk memperlancar opersionalisasi perusahaan. Perlengkapan mempunyai sifat habis pakai, maka perlengkapan yang telah terpakai menjadi biaya (expenses).

7.  Taksiran Pajak (Tax)
     Merupakan taksiran terhadap pengenaan pajak yang masih harus dibayarkan perusahaan kepada pemerintah berdasarkan UU perpajakan.

8. Cadangan Piutang Tak Tertagih
Merupakan piutang bersih setelah dikurangi adanya cadangan atau penyisihan piutang tak tertagih.Manajemen biasanya membuat persentase tertentu dari piutang itu sendiri.
                     

No comments:

Post a Comment