Banyak hal yang telah kulakukan sehingga aku lulus Serdos..
Pada tahun 2014 ketika SK JFA Asisten Ahli kuterima akupun segera mempersiapkan diri untuk mengikuti serdos , pertama-tama aku segera ke LBI Universitas Indonesia mendaftarkan diri untuk belajar Toefl maklum aku sudah lama sekali tak belajar bahasa Inggris sehingga lupa semua, Sekitar 6 bulan lamanya aku belajar Toefl di LBI Universitas Indonesia. Enam bulan lamanya setiap malam hari tak lupa aku selalu berlatih soal-soal Test Kemampuan Akademik yang bukunya kubeli di toko buku Gunung Agung dan Gramedia. Selain itu aku juga membuat blog sederhana ini untuk memposting semua kegiatan-kegiatan Tridharma ku.
Pada bulan Oktober 2015 aku mendapat khabar dari lembaga bahwa namaku termasuk dosen yang eligible diserdoskan, perasaanku campur aduk antara senang, bahagia, takut, gak percaya diri dan lain-lain. Lembagapun mengintruksikan aku untuk mengikuti sosialisasi serdos .
Pada saat sosialisasi serdos , aku betul-betul menyimak dengan baik hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk proses serdos. Setelah memperoleh pemahaman yang baik dari sosialisasi serdos, akupun mulai mempersiapkan dokumen-dokumen pribadiku seperti SK JFA, SK impassing, Ijazah S1dan S2, SK mengajar, SK membimbing, SK menguji, SK penasehat akademik, sertifikat-sertifikat kursus/seminar, jurnal/prosiding serta photo-photo kegiatan Pengabdian Masyarakat. Semua dokumen tersebut aku scan dan aku post di blogku ini dengan tujuan agar para asesor dapat dengan mudah melakukan penilaian terhadapku.Lembagapun memerintahkanku agar mengikuti test TOEP dan TKDA secara online, akupun mendaftar secara online dan aku mengikutinya di Binus.
Tak sia-sia aku mempersiapkan diri selama 6 bulan belajar Toefl di LBI Universitas Indonesia karena aku mendapatkan nilai yang tidak mengecewakan bila dibanding dengan usiaku yang sungguh tidak muda lagi dan bila dibandingkan dengan nilai yang diperoleh teman-teman sejawatku.
Akupun mulai membuat Curriculum Vitae (CV) sebagai dasar dalam menulis Deskripsi Diriku. Tak pernah sekalipun aku berusaha mencari contoh -contoh DD di internet karena aku sangat khawatir akan terkontaminasi dengan DD yang kubaca sehingga menyebabkan DDku akan mirip bahasanya dan itu sangat berbahaya sekali makanya aku tak berani membaca DD orang lain.
Aku menulis DDku dengan bahasa yang sangat sederhana, mudah dimengerti dan tidak lebay. Layaknya seperti aku sedang bercerita kepada para mahasiswaku di depan kelas. Aku menulis DDku dengan cara mencicilnya setiap hari yang mana aku menulis 2 butir setiap hari dan tak terasa hingga 24 butir membutuhkan waktu hampir sebulan yang mana tiap butir banyaknya sekitar 500-1000 kata. Total Deskripsi Diriku yang kutulis ada sebanyak 34 halaman. Lumayan banyak menurutku...!
Setelah DDku selesai, pada bulan Nopember 2015, akupun melakukan kegiatan validasi dan mencari tanda tangan atasan dan pimpinan, untuk kemudian menguploadnya di web serdos dikti. Setelah mengupload DDku, yang bisa kulakukan hanyalah berdoa, berdoa dan berdoa agar aku lulus serdos karena aku mendengar berita bahwa begitu banyak teman sejawat yang berkali kali mengikuti serdos baru lulus, aku tak ingin seperti itu sehingga aku mempersiapkannya dengan baik sebisaku dan akhirnya pengorbananku tak sia-sia. Puji Tuhan pada bulan Desember 2015 akupun dinyatakan lulus serdos oleh Dikti. Legaaaaa..... rasanya hati ini, hilang sudah rasa capekku begadang hingga dini hari ketika menulis DDku.Yang kuterima sekarang adalah buah manis dari perjuanganku selama 6 bulan dalam belajar toefl dan berlatih TKDA serta sebulan begadang dalam membuat DDku. Aku sekarang adalah dosen yang sudah disertifikasi oleh negara. Terimakasih Tuhan..... Terimakasih para asesor yang telah menilai DDku dengan objektif, Terimakasih atasanku, Terimakasih teman -teman sejawatku dan Terimakasih para mahasiswaku tercinta .....Sertifikat Dosen ini kupersembahkan kepada seluruh mahasiswaku tercinta dimana saja kalian berada, semoga aku dapat terus mengabdikan hidupku untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, Amin.....
No comments:
Post a Comment