Yogyakarta, 13 Oktober 2020
Salam Sehat,...
Pada hari ini kalian akan melanjutkan pembuatan proposal bisnis plan yaitu Bab III Financial Plan.
Financial Plan
Dalam menyusun perencanaan keuangan (Financian Plan) bisnis plan yang pertama kalian harus lakukan adalah membuat anggaran bisnis (business budget).
Anggaran bisnis (Business Budget) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka panjang (periode) tertentu yang akan datang.
Anggaran (Budget) yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, sehingga fungsi-fungsi budget benar-benar dapat berjalan dengan baik. Budget yang menyeluruh semacam itu sering dinamakan Budget Komprehensif. Isi dari budget komprehensif terdiri dari: 1. Forecasting Budget 2. Variabel Budget 3. Analisa statistika dan matematika pembantu 4. Laporan Budget
Forecasting Budget ialah budget yang berisi taksirantaksiran (forecast) tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang, serta berisi taksiran-taksiran (forecast) tentang keadaan atau posisi finansial perusahaan pada suatu saat yang akan datang.
Forecasting budget terdiri dari dua kelompok budget, yaitu: 1. Operating Budget (Budget Operasional) 2. Financial Budget (Budget Financial)
OPERATING BUDGET
Operating budget merencanakan tentang kegatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu yang akan datang. Kegiatan perusahaan selama periode tertentu meliputi dua sektor, yaitu: 1. Sektor Penghasilan (revenues) 2. Sektor Biaya (expense)
SEKTOR PENGHASILAN Dipandang dari sudut hubungannya dengan usaha perusahaan, penghasilan dapat dibedakan menjadi dua sub sektor, yaitu: a. Sub-sektor penghasilan utama (operating revenues) b. Sub-sektor penghasilan bukan utama (non-operating revenues)
SEKTOR BIAYA Dipandang dari sudut hubungannya dengan usaha perusahaan, biaya dapat dibedakan menjadi dua sub sektor, yaitu: a. Sub-sektor biaya utama (operating expenses) b. Sub-sektor biaya bukan utama (non-operating expenses).
Di dalam akuntansi, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sektor penghasilan dan berhubungan dengan sektor biaya ini pada akhir periode dituangkan dalam Laporan RugiLaba (Income Statement) perusahaan.
INCOME STATEMENT BUDGET
1. Master Income Statement Budget (Budget Induk Rugi-laba) Ialah budget tentang penghasilan dan biaya perusahan yang berisi taksiran-taksiran secara garis besar (global) dan kurang dijabarkan secara lebih terperinci.
2. Income Statement Supproting Budget (Budget penunjang Rugi-Laba) ialah budget tentang penghasilan dan biaya perusahaan, yang berisi taksiran-taksiran yang lebih terperinci, seperti terperinci dari waktu ke waktu (bulanan), terperinci menurut jenis bahan mentahnya, dan sebagainya.
FINANCIAL BUDGET
Financial Budget merencanakan tentang posisi finansial perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang. Sedangkan yang dimaksudkan dengan posisi finansial perusahaan adalah keadaan aktiva (harta), keadaan utang dan keadaan modal sendiri perusahaan pada sesuatu saat. Di dalam akuntansi, posisi finansial seperti ini dituangkan dalam laporan Neraca (Balance Sheet) perusahaan. Oleh karena itu Financial Budget sering pula disebut sebagai Balance Sheet Budget (Budget Neraca).
BUDGET PENJUALAN
Budget penjualan ialah budget yang direncanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualannya.
Rencana Perusahaan di Bidang Pemasaran
1. Rencana tentang sasaran atau tujuan pemasaran selama periode yang akan datang, seperti misalnya mencapai laba maksimal, penetrasi pasar ( market penetration ), pengembangan pasar (market develovment), mempertahankan market share, memperkenalkan produk baru, dan sebagainya.
2. Rencana tentang organisasi penjualan yang akan dipergunakan selama periode yang akan datang.
3. Rencana tentang saluran disrtibusi yang akan dipergunakan selama periode yang akan datang.
4. Rencana tentang biaya distribusi selama periode yang akan datang.
5. Rencana tentang media-media promosi yang akan dipergunakan selama periode yang akan datang.
6. Rencana tentang biaya promosi selama periode yang akan datang.
7. Rencana tentang pengembangan produk selama periode yang akan datang, dan sebagainya.
Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penyusunan Anggaran Penjualan
• Rincian jumlah dan jenis produk perusahaan.
• Rincian daerah pemasaran.
• Diskriminasi harga
• Potongan harga
• Pada umumnya anggaran penjualan ini disusun untuk satu periode atau satu tahun.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN BUDGET PENJUALAN
1. Faktor Intern
a. Penjualan tahun-tahun yang lalu meliputi baik kualitas, kuantitas, harga, waktu maupuntempat penjualannya.
b. Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, seperti tentang pemilihan saluran distribusi, pemilihan media-media promosi, cara penetapan harga jual dan sebagainya.
c. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang akan datang.
d. Tenaga kerja yang tersedia, baik jumlahnya maupun keterampilan dan keahliannya, serta kemungkinan pengembangannya diwaktu yang akan datang.
e. Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan, serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang akan datang
2. Faktor Ekstern
– Keadaan persaingan dipasar.
– Posisi perusahaan dalam persaingan.
– Tingkat pertumbuhan penduduk.
– Tingkat penghasilan masyarakat.
– Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan.
– Agama, adat- istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat.
– Berbagai kebijakan pemerintah baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun keamanan. – Keadaan perekonomian nasional maupun internasional.
– Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera konsumen dan kemungkinan perubahannya, dan sebagainya.
Untuk menyusun budget penjualan diperlukan penaksiranpenaksiran (forecasting) khususnya penaksiran tentang jumlah produk yang diperkirakan akan mampu dijual beserta harga jualnya, yang masing-masing dikaitkan dengan jenis produk yang akan dijual, dengan waktu serta tempat penjualannya, dan menurut sifatnya cara untuk melakukan penaksiran-penaksiran tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.Penaksiran yang bersifat kualitatif = 1.Pendapat pimpinan bagian pemasaran 2.Pendapat para petugas penjualan. 3.Pendapat lembaga-lembaga penyalur. 4.Pendapat konsumen. 5.Pendapat para ahli yang dipandang memahami ( konsultan).
2.Penaksiran yang bersifat kuantitatif = menggunakan metode-metode statistik
Business Preparation Budgets
Item-item yang harus ditampilkan:
1. Fixed Cost meliputi: Sewa Tempat (jangka waktu ditentukan sendiri), Pembelian Peralatan, Renovasi Tempat Usaha, Perijinan •
2. Variabel Cost meliputi: Belanja Bahan baku dan stok, Upah Karyawan, Cost Production, marketing cost
Business Execution Budgets, Biaya untuk proses pembukaan bisnis, seperti launching (jika ada) .
Laporan Keuangan (Financial Statement) yang wajib ada dalam setiap perusahaan adalah Laporan Laba/Rugi dan Neraca.
Laporan Laba/Rugi (Income Statement) adalah Laporan keuangan yang menggambarkan kinerja perusahaan untuk memperoleh laba dalam suatu periode tertentu, yang meliputi Penghasilan (Income) dan Beban (Expenses).
Neraca (Balance Sheet) adalah Laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas suatu unit usaha pada saat tertentu.
Contoh Laporan Laba/Rugi
CV. Diana Konsutan
Per 31 Desember 20XX
Pendapatan Usaha Rp xxx
Biaya Usaha:
Biaya Gaji: xxx
Biaya Telp : xxx
Biaya Depresiasi xxx +
Total Biaya Usaha Rp xxx -
Laba/ Rugi Usaha Rp xxx
Pendapatan/Biaya Diluar Usaha:
Pendapatan Sewa xxx
Biaya Bunga xxx -
Total Pendapatn/ biaya diluar usaha Rp xxx +/-
Laba/ Rugi Bersih Rp xxx
Contoh Neraca
CV. Diana Konsultan
31 Desember 20XX
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas Rp xxx
Piutang Dagang Rp xxx
Perlengkapan Rp xxx +
Total Aktiva Lancar Rp xxx
Aktiva Tetap
Tanah Rp xxx
Peralatan (netto) Rp xxx
Gedung (netto) Rp xxx +
Total Aktiva Tetap Rp xxx +
Total Aktiva Rp xxx
Pasiva
Hutang Lancar
Hutang Dagang Rp xxx
Hutang Sewa Rp xxx +
Total Hutang Lancar Rp xxx
Hutang Tetap
Hutang Bank Rp xxx
Hutang Obligasi Rp xxx +
Total Hutang Tetap Rp xxx +
Total Hutang Rp xxx
Modal Rp xxx +
Total Pasiva Rp xxx
Break Event Point (BEP)
BEP Adalah ialah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan. Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.
Tujuan BEP:
1.Mendesain spesifikasi produk
2.Menentukan harga jual persatuan
3.Menentukan jumlah produksi atau penjualan
minimal agar tidak mengalami kerugian
4.Memaksimalkan jumlah produksi
5.Merencanakan laba yang diinginkan
(Kasmir, 2017:334)
Asumsi BEP
1. Biaya dalam menghitung BEP, hanya ada 2 biaya yang digunakan,
2. Biaya tetap (fixed cost) =Biaya yang secara total tidak mengalami perubahan walopun ada perubahan volume produksi/penjualan dalam batas tertentu. contoh: gaji, bunga, sewa atau biaya kantor, penyusutan aktiva tetap, dll
3. Biaya variabel (variabel cost)
Biaya yang secara total berubah-ubah sesuai dengan perubahan volume produksi atau penjualan. contoh: biaya bahan baku, upah buruh, komisi penjualan, dll
4. Harga Jual
Dalam analisis BEP hanya digunakan satu harga jual atau harga barang atau di produksi
5. Tidak ada perubahan harga jual selama periode analisis dan ini sebenarnya bertentangan dengan kondisi yang sesungguhnya
Rumus BEP
a. Analisis Titik Impas dalam unit
b. Analisis Titik Impas dalam rupiah
BEP (unit) = FC
P-VC/unit
Atau
BEP (Rupiah) = FC
1 - VC
Sales
Keterangan :
BEP = Break Even Poin
FC = Biaya Tetap
VC = Biaya variabel
P = Harga jual satuan (price)
S = Jumlah Penjualan (sales volume)
Pertemuan 5 BIDANG USAHA & PERM0DALAN
Jenis Usaha
1. Usaha Ekstraktif = bergerak dalam bidang pertambangan/ langsung mengambil dari kekayaan alam.
2. Usaha dibidang Agraris = pengelolaan kebun, perdagangan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan.
3. Industri yg dapat dirinci kedalam bentuk berbagai jenis komoditi yg dihasilkan dan besar kecilnya usaha yg dihasilkan.
4. Usaha Perdagangan menurut besar kecilnya usaha dan berbagai komoditi yg diperdagangkan.
5. Jasa menyangkut pelayanan kepada konsumen.
Untuk kalangan yang “extrovert dominan”
Bidang Usaha kelompok Konsultif
1. Jasa konsultasi
2. Kursus-Kursus
3. Pusat Kebugaran dan Pelatihan Olahraga
4. Bidang Perdagangan
Bidang Usaha Kelompok Pelayanan
1. Biro Jasa
2. Biro Teknik
3. Jasa Pengetikan
4. Fotocopy dan Penjilidan
5. Sablon Pesanan
6. Perbengkelan
7. Kontraktor dan Jasa Perbaikan Bangunan
8. Rumah Kos
9. Salon Kecantikan & Spa
10. Makelar
Bidang Usaha kelompok Analistis
1. Jasa terjemahan
2. Jasa reparasi perangkat elektronik dan teknologi informasi
3. Karya intelektual
4. Perancang busana
5. Binatu/Laundry
6. Jasa penjahitan
Cara Memasuki Bisnis
1. Merintis Usaha
2. Membeli Perusahaan Baru
Menurut Zimmerer, ada hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli, a. Alasan pemilik menjual perusahaan, b. Potensi produk dan jasa yang dihasilkan, c. Aspek legal yang dimiliki, d. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual.
3. Waralaba (franchising)
Kerjasama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang atau penyalur. Inti dari waralaba adalah memberi hak monopoli untukmenyelenggarakan usaha dari perusahaan tersebut dalam waralaba dikenal beberapa istilah: - franchisor (perusahaan induk) : perusahaan yang memberikan lisensi, franchisee adalah perusahaan yang diberikan lisensi
Creative adaptors (pengkopi ide kreatif) ini bukanlah pelaku imitasi yg melanggar hukum. Yang tidak dibenarkan adalah melakukan counterfeits dan product pirates (pembajakan merek), profesi ini hanya dijalankan oleh penipu bukan seorang entrepreneur.
Cara menghindari conterfeits dan product pirates
1. Mempelajari industri yang sudah ada.
2. Mengkaji input dan output industry.
3. Menganalisa trend populasi dan data demografi.
4. Mengkaji trend ekonomi
5. Analisa terhadap perubahan social
6. Mengkaji pengaruh aturan baru
Perlindungan Hukum Terhadap Perusahaan (Suryana, 2013)
1. Paten
Suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat, mengunakan dan menjual selama paten tersebut masih dalam jaminan. Alat yang diciptakan harus betul-betul baru dan diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Ia tidak boleh diduplikasi atau dijual oleh siapapun tanpa ijin (lisensi) dari penemunya.
2. Merek dagang
merk dagang pada umumnya berbetuk nama, simbol, logo, slogan atau tempat dagang yang
oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau membedakan dengan
produk lain di pasar.
3. Hak Cipta (copyright)
hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinalitas ciptaannya. Contoh: lagu, karangan,
hak untuk memproduksi, hal untuk menjual dll
KRITERIA USAHA
(Menurut Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah)
1. Usaha Mikro
❖ Memiliki kekayaan bersih (asset) paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
❖ Memiliki hasil penjualan (omset) tahunan paling banyak Rp 300 juta
2. Usaha Kecil
❖ Memiliki kekayaan bersih (asset) lebih dari Rp 50 juta s/d paling banyak Rp 500 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
❖ Memiliki hasil penjualan (omset) tahunan lebih dari Rp300 juta s/d paling banyak Rp 2,5 milyar
3. Usaha Menengah
❖ Memiliki kekayaan bersih (asset) lebih dari Rp 500 juta s/d paling banyak Rp 10 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
❖ Memiliki hasil penjualan (omset) tahunan lebih dari Rp 2,5 milyar s/d paling banyak Rp 50 milyar.
JENIS-JENIS MODAL USAHA
Ada dua jenis modal usaha
1. Modal Investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang, biasanya umurnya lbh dari 1 thn. Penggunaan modal investasi jangka panjang untuk membeli aktiva tetap seperti tanah, bangunan, mesin-mesin, peralatan, kendaraan, bersumber dari perbankan.
2. Modal kerja digunakan untuk jangka pendek dan beberapa kali pakai dlm satu proses produksi. modal ini digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat sedang beroperasi.
SUMBER-SUMBER MODAL
Kebutuhan modal ,baik modal investasi maupun modal kerja dapat dicari dari berbagai sumber dana yg ada yaitu modal sendiri atau modal pinjaman .
Modal sendiri adalah modal dari pemilik usaha, Modal sendiri adalah modal yg diperoleh dari pemilik perusahaan dgn cara mengeluarkan saham.Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga, tetapi hanya membayar deviden.
Kelebihan Modal Sendiri, meliputi:Tidak ada biaya; bunga atau administrasi,Tidak tergantung kpd pihak lain,Tanpa memerlukan persyaratan yg rumit,Tidak ada keharusan pengembalian modal.
Kekurangan Modal sendiri,Jumlahnya terbatas,Perolehan relatif lebih sulit,Kurang motivasi.
❖Modal asing adalah modal dari luar perusahaan.
❖Pembiayaan suatu usaha dapat diperoleh secara gabungan; modal sendiri dng modal pinjaman
Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yg diperoleh dari pihak luar perusahaan dan diperoleh dari pinjaman. Penggunaan modal pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga,biaya administrasi,serta biaya provisi dan komisi yg besarnya relatif.
Sumber dana modal asing diperoleh dari:
1. Pinjaman dari dana perbankan, baik Bank swasta, pemerintah dan perbankan asing.
2. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti: perusahaan pegadaian, modal venture, asuransi,
leasing, dana pensiun, koperasi atau lembaga pembiayaan lainnya.
3. Pinjaman dari perusahaan non keuangan.
Kelebihan Modal Pinjaman, al: Jumlah tidak terbatas,Motivasi usaha tinggi.
Kekurangan Modal Pinjaman, al:Dikenakan berbagai biaya; bunga dan administrasi, Harus dikembalikan, Beban moral.
Kelebihan Modal Campuran; prosentasi modal pinjaman disesuaikan dng kebutuhan atas kekurangan modal sendiri.
Soal latihan Pertemuan ke-5
1. Jenis usaha menyangkut pelayanan kepada konsumen, adalah
a. Jasa
b. Agrobisnis
c. Ekstraktif
d. Industri
e. Customer service
2. Jasa terjemahan, Jasa reparasi perangkat elektronik ,teknologi informasi, Karya intelektual, termasuk dalam Bidang Usaha kelompok :
a. Analitis
b. Konsultif
c. Pelayanan
d. Extrovert dominan
e. Demokratis
3. Perusahaan yang memberikan lisensi, disebut dengan:
a. Franchisor
b. Franchising
c. Franchisee
d. Franchais
e. Waralaba
4. Modal yang digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang, biasanya umurnya lbh dari 1 thn, disebut:
a. Modal Investasi
b. Modal Kerja
c. Modal campuran
d. Modal Pinjaman
e. Modal sendiri
5. Modal yg diperoleh dari pihak luar perusahaan dan diperoleh dari pinjaman, disebut :
a. Modal asing
b. Modal Investasi
c. Modal Kerja
d. Modal campuran
e. Modal sendiri
Demikian perkuliahan kita pada hari ini, Ibu harap minggu depan semua kelompok harus sudah mengumpulkan Proposal Bisnis Plan secara lengkap yaitu Bab I, Bab II dan Bab III agar kita semua mendiskusikannya via zoom. Bagi yang tidak mengumpulkannya, silahkan kalian menguploadnya tanpa pemeriksaan ibu jadi ibu tak perlu repot2 memeriksa proposal bisnis yang kalian buat.
Terimakasih....
No comments:
Post a Comment